Industry Criticism

Analisa Bisnis: Pecahnya Gelembung 'SaaS Subscription' (Subscription Fatigue)

Prev Back to Blog Next
Analisa Bisnis: Pecahnya Gelembung 'SaaS Subscription' (Subscription Fatigue)

Selama satu dekade, model bisnis SaaS (Software as a Service) dengan biaya langganan bulanan adalah primadona investor. Tapi di 2026, pestanya usai. Kita mengalami Subscription Fatigue akut. Sebuah perusahaan rata-rata kini memiliki 80+ langganan software berbeda (Slack, Zoom, Trello, Jira, Notion, dll) yang membebani OpEx (Operating Expense) tanpa ROI yang jelas. CFO mulai melakukan 'The Great Unsubscribing', memotong software yang fitur-fiturnya tumpang tindih.

The Micro-SaaS Collapse

Ribuan startup Micro-SaaS yang hanya menawarkan "satu fitur kecil" (misal: hanya remover background, atau hanya PDF converter) akan mati. Fitur-fitur ini kini sudah menjadi komoditas gratis yang terintegrasi di OS atau platform besar (Microsoft 365 / Google Workspace). Pelanggan tidak mau lagi membayar $10/bulan untuk sesuatu yang bisa dilakukan oleh AI gratis.

Masa Depan: Outcome-Based Pricing

Kritik industri kami: Model "Bayar per Seat/User" adalah model yang menghukum pertumbuhan. Semakin banyak karyawan, semakin mahal biayanya, padahal softwarenya sama. Masa depan adalah Outcome-Based Pricing. Vendor tidak lagi menagih biaya sewa alat, tapi menagih 'persentase sukses'. Contoh: AI Marketing tidak dibayar bulanan, tapi dibayar 5% dari penjualan yang dihasilkannya. Ini memaksa vendor untuk benar-benar memberikan value nyata, bukan sekadar 'menyewakan cangkul'.

CONTACT US

Siap mendiskusikan proyek Anda? Hubungi tim ahli Cyber Matrix sekarang juga.

START DISCUSSION