Visual sudah HD, Audio sudah Spatial, tapi dunia digital masih terasa 'kosong' karena hilangnya indera peraba. Tahun ini, teknologi Mid-Air Haptics mulai keluar dari lab riset. Berbeda dengan getaran motor di stik game atau HP, teknologi ini menggunakan gelombang ultrasonik terfokus. Sebuah panel (transducer array) memancarkan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak terdengar telinga, tapi tekanan udaranya bisa dirasakan oleh kulit tangan anda.
Fisika Akustik: Titik Fokus Tekanan
Dengan mengatur fase gelombang secara presisi, kita bisa menciptakan titik-titik tekanan di udara (focal points). Kumpulan titik ini bisa membentuk 'bentuk' tak kasat mata. Anda bisa merasakan tombol virtual yang membal saat ditekan, atau tekstur kasar dari kain digital yang anda lihat di layar belanja online, tanpa menyentuh apapun. Ini adalah missing link untuk pengalaman Spatial Computing yang imersif.
Aplikasi Higienis & Otomotif
Di luar gaming, aplikasi paling kritis adalah di layar sentuh publik (ATM, Kiosk RS). Dengan Mid-Air Haptics, kita tidak perlu menyentuh layar yang penuh bakteri; kita menyentuh udara di depannya dan tetap mendapatkan feedback klik yang nyata. Industri otomotif juga mulai mengadopsinya untuk kontrol dashboard, memungkinkan pengemudi merasakan tombol AC tanpa mengalihkan pandangan dari jalan. Sebagai arsitek sistem, CybermaXia melihat ini sebagai standar baru UI/UX di tahun 2030.