Pernahkah anda membeli barang yang tidak anda butuhkan hanya karena 'rasanya benar'? Itu bukan kebetulan. Itu adalah Neuromarketing. Dalam dekade mendatang, marketer yang hanya mengandalkan demografi (usia/lokasi) akan kalah telak dengan mereka yang memahami biologi.
Kajian Ilmiah: The Reptilian Brain
Studi menggunakan fMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging) oleh Max Planck Institute mengungkapkan fakta mengejutkan: Keputusan membeli dibuat oleh otak bawah sadar (Limbic System) 7 detik sebelum otak sadar (Neocortex) merasionalisasikannya. Iklan efektif tidak berbicara pada logika, tapi membajak amigdala (pusat emosi).
The Dopamine Loop
Platform seperti TikTok dan Instagram dirancang meniru mesin slot (Variable Reward System). Notifikasi merah memicu lonjakan kortisol (cemas), dan 'Like' memberikan dopamin (lega). Strategi marketing masa depan adalah tentang memanajemen siklus hormon ini untuk menciptakan Brand Addiction, bukan sekadar Brand Awareness.