Video vertikal durasi pendek telah memakan 60% trafik internet seluler. Tapi bagi brand, memposting konten yang sama di ketiga platform adalah kesalahan fatal. Masing-masing memiliki 'DNA Algoritma' yang berbeda.
Komparasi Platform (Pros & Cons)
- TikTok (The Discovery Engine):
Plus: Viralitas eksplosif. Algoritma berbasis Interest Graph murni (konten bagus akan viral meski follower nol).
Minus: Audiens tidak loyal. Konversi penjualan rendah karena user dalam mode hiburan pasif. - Instagram Reels (The Aesthetic Window):
Plus: Konversi tinggi untuk produk visual/fashion. Basis Social Graph (teman/keluarga) membuat trust lebih tinggi.
Minus: Pertumbuhan organik sangat lambat tanpa iklan berbayar. - YouTube Shorts (The Long-Game Funnel):
Plus: Evergreen. Video Shorts bisa muncul di pencarian Google bertahun-tahun kemudian. Jembatan terbaik ke video panjang.
Minus: UI/UX masih terasa kaku dibanding kompetitor.
Verdict Strategis
Gunakan TikTok untuk Brand Awareness (Top of Funnel). Gunakan Instagram untuk Katalog & Sales. Gunakan Shorts untuk Edukasi & SEO.