Kita sering mendengar tentang Komputer Kuantum, tapi jarang mendengar tentang Quantum Internet. Padahal, ini adalah dua sisi mata uang yang sama. Jika komputer kuantum memproses data, internet kuantum mentransmisikannya. Bedanya, internet kuantum tidak mengirimkan sinyal elektron atau cahaya laser biasa. Ia mentransmisikan status kuantum (qubits) menggunakan fenomena fisika 'seram' yang disebut Einstein sebagai Spooky Action at a Distance: Quantum Entanglement.
Mekanisme Keamanan Absolut
Dalam internet kuantum, informasi dikodekan dalam spin partikel yang saling terikat (entangled). Keajaibannya ada pada hukum fisika kuantum: "Observasi mengubah realitas". Jika ada hacker yang mencoba 'mengintip' (menyadap) data di tengah jalan, status kuantum partikel tersebut akan runtuh (decoherence) seketika. Penerima pesan akan langsung tahu bahwa data telah dikompromikan, dan informasi tersebut menjadi sampah yang tidak bisa dibaca. Ini menciptakan protokol keamanan yang secara teoritis unhackable.
Tantangan Repeater Kuantum
Masalahnya saat ini adalah jarak. Partikel kuantum sangat rapuh; mereka hilang setelah menempuh beberapa kilometer di serat optik. Ilmuwan sedang berlomba menciptakan Quantum Repeater—alat yang bisa memperpanjang jangkauan entanglement tanpa merusak status kuantumnya (karena aturan No-Cloning Theorem melarang kita meng-copy paste data kuantum). Laboratorium di China dan Eropa tahun ini mulai berhasil melakukan teleportasi kuantum stabil sejauh 100km, langkah awal menuju jaringan global yang aman mutlak.